Ribuan Artikel Kesehatan ada disini, Cari Cepat disini:

KTI D3 Kebidanan[1] | KTI D3 Kebidanan[2] | cara pemesanan KTI Kebidanan |
PERHATIAN : jika file belum ter-download, Sabar sampai Loading halaman selesai lalu klik DOWNLOAD lagi
Tampilkan postingan dengan label Contoh KTI Kebidanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh KTI Kebidanan. Tampilkan semua postingan

KTI KEBIDANAN

»KTI KEBIDANAN


  1. Analisa Senam Hamil Pada Ibu Hamil di Kelas Ibu di Posyandu
  2. Analisis Cakupan Penimbangan Balita di Posyandu
  3. Analisis Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntik Pada Akseptor KB di Kelurahan
  4. Analisis Perbedaan Berat Badan Sebelum dan Sesudah Menggunakan KB Suntik di BPS
  5. Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas di BPS Wilayah Kerja Puskesmas
  6. Dampak Prilaku Remaja terhadap Penggunaan Minuman Keras
  7. Efektifitas Rimpang Jeringau (Acorus calamus L) Dalam Membunuh Nyamuk Aedes Aegypti
  8. Efektivitas dalam Penanganan Nyeri Dismenorea Non Farmakologis pada Remaja Putri Akper
  9. Ekstraksi dan Isolasi Komponen Kimia yang Terdapat pada Daun Paliasa (Klienhovia Hospital Linn) Secara Kromatografi Lapis Tipis
  10. Faktor Dominan yang Mempengaruhi Kurang Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di BPS
  11. Faktor Risiko pada Diabetes Mellitus di Rumah Sakit
  12. Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Gizi Buruk pada Balita
  13. Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Gizi Buruk pada Balita Di Puskesmas
  14. Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Penimbangan di Posyandu
  15. Faktor- Faktor yang Memengaruhi Keikutsertaan WUS dalam Penggunaan KB IUD
  16. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI di Desa
  17. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI
  18. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Balita
  19. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tekanan Darah Penderita Hipertensi pada Lansia
  20. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Memilih Penolong Persalinan
  21. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Partus Lama pada Ibu Bersalin di Rumah Sakit
  22. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Persalinan Kala 1 pada Ibu Bersalin di Klinik
  23. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntikan di Desa
  24. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anemia dalam Kehamilan di BPS
  25. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keikutsertaan WUS dalam Penggunaan KB IUD
  26. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Peran Kader Kesehatan dalam Penanggulangan Diare
  27. Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Karies Gigi pada Anak SD
  28. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Senam Hamil di RSIA
  29. Gambaran Akseptor KB AKDR di Wilayah Kerja Puskesmas
  30. Gambaran Akseptor KB Metode Operatif Pria (Mop) Di Wilayah Kerja Puskesmas
  31. Gambaran Angka Kejadian Abortus Inkomplit pada Ibu Hamil di RSU
  32. Gambaran Faktor Resiko Hipertensi di Puskesmas
  33. Gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Antenatal Care
  34. Gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Anak Balita dalam Keluarga
  35. Gambaran Ibu Melakukan Penyapihan Anak Kurang Dari 2 Tahun Di Desa
  36. Gambaran Indikasi dan Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Seksio Sesarea di Rumah Sakit Umum
  37. Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Resiko Tinggi terhadap Kejadian Preeklamsia
  38. Gambaran Karakteristik Ibu Hamil dengan Hidramnion di Rumah Sakit
  39. Gambaran Karakteristik Ibu Hamil dengan Preeklampsia di RSU
  40. Gambaran Karakteristik Ibu yang tidak Memberikan ASI Eksklusif
  41. Gambaran Karakteristik Pengetahuan Ibu tentang ISPA pada Anak di Rumah Bersalin
  42. Gambaran Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas
  43. Gambaran Kejadian Diare Pada Balita Wilayah Kerja Puskesmas
  44. Gambaran Kejadian Diare pada Anak balita di Puskesmas
  45. Gambaran Kejadian Konstipasi pada Ibu Hamil Trimester I dan III yang Mengkonsumsi Tablet Fe di Puskesmas
  46. Gambaran Kejadian Obesitas pada Murid-murid SD X dan SD Y
  47. Gambaran Kejadian Preeklampsia Berdasarkan Karakteristik Ibu di UPTD Puskesmas
  48. Gambaran Kekerasan dalam Pacaran pada Remaja Usia 17 – 21 tahun di Program Studi Kebidanan
  49. Gambaran Kepatuhan Berdasarkan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Penggunaan Obat di Desa
  50. Gambaran Ketepatan Pola Asuh Ibu dalam Pendidikan Seks Anak Pra Sekolah Usia (4-6 Tahun) di Desa
  51. Gambaran Komplikasi Ketuban Pecah Dini Preterm di Kamar Bersalin RSUD
  52. Gambaran Manajemen Nyeri Non Farmakologi pada Ibu Post Seksio Sesarea di Irna Kebidanan Rumah Sakit
  53. Gambaran Pelaksanaan “7T” Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas
  54. Gambaran Pemberian ASI Dini dan Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Dini
  55. Gambaran Penatalaksanaan Cara Memandikan Neonatus 0-7 Hari Terhadap Ibu Nifas di BPS
  56. Gambaran Penatalaksanaan Cara Memandikan Neonatus 0-7 Hari Terhadap Ibu Nifas di BPS
  57. Gambaran Pengetahuan Akseptor KB Suntik Tentang Efek Samping Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA) di RB
  58. Gambaran Pengetahuan Bidan Tentang Asuhan Persalinan Kala I di Bidan Praktek Swasta
  59. Gambaran Pengetahuan Bidan dalam Pelaksanaan Asuhan Persalinan Normal (APN)
  60. Gambaran Pengetahuan Bidan dalam Pelaksanaan Standar Asuhan Persalinan Normal
  61. Gambaran Pengetahuan Bidan tentang Asuhan Persalinan Kala I di BPS
  62. Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Awam Terhadap Penderita HIV AIDS
  63. Gambaran Pengetahuan Ibu Balita Dengan Gizi Buruk tentang Makanan Bergizi di Wilayah Kerja Puskesmas
  64. Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi Tentang Imunisasi DPT Combo di UPT Puskesmas
  65. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang ASI Ekslusif di Desa
  66. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Emesis Gravidarum
  67. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Emesis Gravidarum di RB
  68. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kecemasan dalam Menghadapi Persalinan di RSU
  69. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Perawatan Payudara Selama Kehamilan di Desa
  70. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Persiapan Persalinan di BPS
  71. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Senam Hamil di RSIA
  72. Gambaran Pengetahuan Ibu Menyusui Berdasarkan karakteristik ibu di Puskesmas
  73. Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Bayi Prematur Di RSU
  74. Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Alat Kontrasepsi Hormonal Suntik di RB
  75. Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Ikterus Fisiologis di BPS
  76. Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Perawatan Postpartum di RB
  77. Gambaran Pengetahuan Ibu Post Partum tentang ASI Eksklusif Berdasarkan Karakteristik di RSUD
  78. Gambaran Pengetahuan Ibu Post Partum tentang Kontrasepsi Mantap Wanita dan Minat Menjalani Kontrasepsi Mantap Wanita
  79. Gambaran Pengetahuan Ibu Post Partum tentang Senam Nifas
  80. Gambaran Pengetahuan Ibu Primigravida Tentang Perubahan Fisiologis Selama Kehamilan di Klinik Bersalin
  81. Gambaran Pengetahuan Ibu Primigravida Tentang Perubahan Fisiologis Selama Kehamilan di Klinik Bersalin
  82. Gambaran Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perubahan Fisiologis Selama Kehamilan
  83. Gambaran Pengetahuan Ibu Primipara Tentang Metode Amenorea Laktasi (MAL)
  84. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Dampak Anak yang Tidak Mendapat Imunisasi Polio di Puskesmas
  85. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Vitamin A di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas
  86. Gambaran Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Makanan Pendamping ASI di Kelurahan
  87. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dan Sikap Ibu dalam Pemberian Susu Formula pada Bayi Usia 0-6 Bulan
  88. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Gejala-gejala Fisik pada Masa Menopause di Desa
  89. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Gizi Seimbang pada kehamilan
  90. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Campak di Klinik Bersalin
  91. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Polio di Puskesmas
  92. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Kebutuhan Gizi pada Masa Menopause
  93. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Kesiapan Toilet Training pada Anak Usia 18-24 Bulan di Dusun
  94. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Penyakit Pneumonia pada Balita di Puskesmas
  95. Gambaran Pengetahuan Ibu yang Bekerja yentang Pemberian ASI Eksklusif di Desa
  96. Gambaran Pengetahuan Ibu yang Pernah Bersalin di BPS tentang Perawatan Bayi Ikterus Fisiologis
  97. Gambaran Pengetahuan Keluarga Tentang Depresi Pada Lansia di Desa
  98. Gambaran Pengetahuan PUS tentang Manfaat Pemeriksaan PAP Smear
  99. Gambaran Pengetahuan Pasca Natal tentang Menyusui yang Benar
  100. Gambaran Pengetahuan Pasien tentang Manfaat Kebutuhan Tidur terhadap Proses Penyembuhan Penyakit
  101. Gambaran Pengetahuan Perokok Aktif tentang Penyakit Kanker Paru
  102. Gambaran Pengetahuan Perokok Aktif tentang Penyakit Kanker Paru
  103. Gambaran Pengetahuan Petugas Kesehatan Tentang Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas
  104. Gambaran Pengetahuan Pria Tentang Metode Operatif Pria (MOP)
  105. Gambaran Pengetahuan Primipara Terhadap Perkembangan Bayi 0-1 Tahun
  106. Gambaran Pengetahuan Primipara Terhadap Perkembangan Bayi 0-1 Tahun Di Kelurahan
  107. Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Kelas II Tentang Diet Seimbang di SMA Negeri
  108. Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche di SMP Negeri
  109. Gambaran Pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche di SMP Negeri
  110. Gambaran Pengetahuan Remaja Usia 17-20 tahun tentang Hak-hak Reproduksi di SMK 2
  111. Gambaran Pengetahuan Remaja tentang Obesitas di SMP
  112. Gambaran Pengetahuan Tentang ASI Eksklusif Pada Ibu Hamil Berdasarkan Karakteristik Ibu di Puskesmas
  113. Gambaran Pengetahuan Tentang ASI Eksklusif Pada Ibu Hamil Berdasarkan Karakteristik di Pukesmas
  114. Gambaran Pengetahuan Tentang Perawatan Genetalia pada Ibu Nifas di BPS
  115. Gambaran Pengetahuan WUS tentang Masa Subur Berkaitan dengan Kehamilan di Wilayah Kerja Polindes
  116. Gambaran Pengetahuan Wanita Pekerja Seks Komersial tentang Pemeriksaan PAP Smear di Eks Lokalisasi
  117. Gambaran Pengetahuan Wanita Umur 40-60 Tahun tentang Menopause
  118. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Perawat Tentang Komunikasi Terapeutik di RS
  119. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Menarche di SMP Negeri
  120. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja SMA Terhadap Infeksi Menular Seksual
  121. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Siswa SMAN tentang Pendidikan Seks (Sex Education)
  122. Gambaran Pengetahuan tentang Seks Bebas pada Mahasiswa yang Tinggal di Kost
  123. Gambaran Penyapihan Anak Kurang Dari 2 Tahun di Desa
  124. Gambaran Peran Bidan dalam Pemberian ASI Eksklusif di Desa
  125. Gambaran Peran Suami dalam Proses Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas
  126. Gambaran Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi
  127. Gambaran Prilaku Ibu Mengenai Status Gizi Buruk pada Balita
  128. Gambaran Rendahnya Cakupan Penimbangan Balita di Posyandu
  129. Gambaran Rendahnya Cakupan Penimbangan Balita di Posyandu Desa
  130. Gambaran Sikap Ibu Hamil Trimester III tentang Hubungan Seksual Selama Kehamilan
  131. Gambaran Sikap Remaja terhadap Bahaya Seks Bebas di Sekolah
  132. Gambaran Status Gizi Anak di Panti Asuhan
  133. Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Persalinan
  134. Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Persalinan di BPS
  135. Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas
  136. Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pasca Melahirkan terhadap Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif
  137. Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Kekerasan pada Anak Usia 0-5 Tahun
  138. Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Keputihan di Desa
  139. Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Resiko Perkawinan Dini Pada Kehamilan dan Proses Persalinan
  140. Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Usia 10-19 Tahun Tentang Kebersihan Alat Kelamin Pada Saat Menstruasi di Dusun
  141. Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan Ibu yang Mempunyai Balita (1-5 Tahun) di Posyandu
  142. Gambaran Tumbuh Kembang pada Balita yang Mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Play Group
  143. Gambaran Umum Evaluasi Program Perbaikan Gizi yang Dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota
  144. Gambaran tentang Faktor Resiko Hipertensi di Puskesmas
  145. Hubungan Anemia dan Faktor Lain dengan Terjadinya Perdarahan Post Partum di RSUD
  146. Hubungan Antara Karakteristik Ibu Hamil dengan Pengetahuan tentang Tanda Bahaya pada Kehamilan Trimester III di Puskesmas
  147. Hubungan Antara Pendidikan dan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSU
  148. Hubungan Antara Pengetahuan Orang Tua tentang Pemberian Makan Kepada Anak dengan Kejadian Obesitas pada Balita
  149. Hubungan Antara Persalinan Seksio Sesarea Dengan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir
  150. Hubungan Berat Badan Lahir BBL dengan Ruptur Perineum Persalinan Normal pada Primigravida di BPS
  151. Hubungan Berat Badan Lahir dengan Terjadinya Ruptur Perineum Spontan pada Persalinan Normal Ibu Primigravida di BPS
  152. Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Pola Pantang Makan Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas
  153. Hubungan Faktor Predisposisi dengan Pengetahuan Ibu tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 6 Bulan di Puskesmas
  154. Hubungan Gambaran Diri dengan Tingkat Kecemasan Ibu Masa Menopause
  155. Hubungan Karakteristik Ibu Balita dengan Tumbuh Kembang Balita
  156. Hubungan Karakteristik Ibu Balita dengan Tumbuh Kembang Balita Di Rw.02
  157. Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Pengetahuan Asupan Makanan Bergizi di Desa
  158. Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Pengetahuan Manfaat Tablet Zat Besi di Wilayah UPT Puskesmas
  159. Hubungan Karakteristik Ibu Menyusui Terhadap Pemberian ASI di UPT Puskesmas
  160. Hubungan Karakteristik Ibu Menyusui Terhadap Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi Usia 0 – 12
  161. Hubungan Karakteristik Keluarga dengan Status Imunisasi Campak pada Anak Umur 9-36 Bulan
  162. Hubungan Karakteristik Sikap dan Pengetahuan Ibu Menyusui dengan Pemberian ASI Eksklusif
  163. Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Ibu dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi KB di Kelurahan
  164. Hubungan Kehamilan Multi Gravida Dengan Kejadian Perdarahan Antepartum di Rumah Sakit
  165. Hubungan Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) pada saat Persalinan dengan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir (BBL)
  166. Hubungan Kejadian Partus Prematur dengan Paritas di Kamar Bersalin RSUD
  167. Hubungan Kepuasan Ibu Hamil pada Pelayanan Antenatal Care oleh Bidan dengan Motivasi Melakukan Antenatal
  168. Hubungan Kondisi Rumah Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru BTA positif
  169. Hubungan Lingkar Pinggang dengan Kejadian Hipertensi di RSUD
  170. Hubungan Motivasi Ekstrinsik Dalam Pembelajaran Laboratorium Dengan Kemampuan Dalam Asuhan Persalinan Normal Mahasiswa
  171. Hubungan Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Terhadap Keadaan Psikologi Ibu Menopause di Desa Wilayah Kerja Puskesmas
  172. Hubungan Paritas dengan Kejadian Prolaps Uteri di BKIA RSUD
  173. Hubungan Pemberian Pendidikan Seks Sejak dini dengan Perilaku Seksual pada Remaja
  174. Hubungan Penatalaksanaan Personal Hygiene dengan Pemenuhan Rasa Nyaman pada Pasien
  175. Hubungan Pendidikan dan Paritas dengan Pemberian Prelakteal pada Bayi
  176. Hubungan Pendidikan dan Pekerjaan Klien Hipertensi dengan Penatalaksanaan Terapi Diet di Wilayah Kerja Puskesmas
  177. Hubungan Penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Diare dengan Kesembuhan Diare Akut pada Balita di Puskesmas
  178. Hubungan Pengetahuan Gizi dengan Sikap Anak Sekolah Dasar dalam Memilih Makanan Jajanan
  179. Hubungan Pengetahuan Ibu Balita tentang Higiene Makanan dengan Kejadian Diare pada Balita
  180. Hubungan Pengetahuan Ibu Balita tentang Higiene Makanan dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa
  181. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Risiko Persalinan Dg Sikap Ibu Hamil Memilih Persalinan Secara Sectio Caesaria
  182. Hubungan Pengetahuan Ibu Pasca Nifas tentang Hubungan Seksual Pasca Nifas dengan Minatnya Berhubungan
  183. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi dengan Ketetapan Waktu Pemberian Imunisasi DPT HB Kombinasi pada Bayi 2-11 Bulan
  184. Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Pemantauan Pertumbuhan di Posyandu dengan Pertumbuhan Berat Badan pada Balita Usia 0–60 Bulan di Desa
  185. Hubungan Pengetahuan Multigravida tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kepatuhan Kunjungan ANC di Desa
  186. Hubungan Pengetahuan Orang Tua dengan Minat Orang Tua dalam Memberikan Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun
  187. Hubungan Pengetahuan Orang Tua dengan Minat Orang Tua dalam Memberikan Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun di TK
  188. Hubungan Pengetahuan Remaja Putri tentang Dismenorhea dengan Motivasi untuk Periksa ke Yankes
  189. Hubungan Pengetahuan Remaja Usia 17-20 Tahun tentang Kesehatan Reproduksi terhadap Sikap Berpacaran Sehat
  190. Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Meminum Tablet Zat Besi Di Desa
  191. Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia dengan Kepatuhan Ibu Hamil Meminum Tablet Zat Besi di Desa
  192. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Stimulasi Perkembangan terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 3-5 Tahun
  193. Hubungan Pengetahuan dengan Kecemasan Suami tentang Berhubungan Seks Selama Kehamilan
  194. Hubungan Pengetahuan dengan Motivasi Ibu Hamil Trimester III Melakukan Persiapan Persalinan di Desa
  195. Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Ibu tentang Buang Air Besar Fisiologis pada Neonatus di Wilayah Puskesmas
  196. Hubungan Penguasaan Mata Kuliah Inti Kebidanan dengan Sikap terhadap Profesi Bidan
  197. Hubungan Peran Kader Posyandu dengan Cakupan Imunisasi Campak
  198. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dalam Pemberian Makanan Tambahan Balita dengan Status Gizi Balita
  199. Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil
  200. Hubungan Preeklampsia dengan Berat Bayi Lahir Rendah
  201. Hubungan Preeklampsia dengan Perdarahan Post Partum di RSUD
  202. Hubungan Status Gizi dan Paritas Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR di Desa
  203. Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Siswa di SDN
  204. Hubungan Terapi Diet Bebas Gluten dan Kasein dengan Perkembangan Anak Autisme
  205. Hubungan Tingkat Ekonomi dan Budaya dengan Kepemilikan Jamban Keluarga
  206. Hubungan Tingkat Ekonomi dengan Minat Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 0-6 Bulan
  207. Hubungan Tingkat Pendidikan Suami dengan Pengetahuan Suami tentang Kontrasepsi Mantap Pria
  208. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Gizi dengan Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Mellitus
  209. Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Buteki Bayi Usia 0-6 Bulan tentang Regurgitasi di Desa
  210. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi
  211. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang ASI Terhadap Pemberian Pasi Pada Bayi 0-6 Bulan Di Puskesmas
  212. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang ASI terhadap Pemberian PASI pada Bayi 0-6 Bulan di Puskesmas
  213. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Gizi dengan Status Gizi Anak Balita di Desa
  214. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Makanan Bergizi dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi Usia 6-12 Bulan
  215. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Makanan Bergizi dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi Usia 6-12 Bulan
  216. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Usia 16-18 Tahun tentang Obesitas dengan Pola Makan
  217. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kanker Payudara Dengan Minat Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri Pada Siswi
  218. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil tentang Anemia
  219. Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi dengan Kurang Energy Kronik (KEK) pada Ibu Hamil
  220. Hubungan Tingkat Stres terhadap Siklus Menstruasi pada Remaja SMA
  221. Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
  222. Hubungan Usia terhadap Perdarahan Postpartum
  223. Hubungan antara Gravida dengan Tingkat Hiperemesis Gravidarum di RSUD
  224. Hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dan Lingkar Perut dengan Kejadian Hipertensi
  225. Hubungan antara Induksi Persalinan (Oksitosin Drip) dengan Kejadian Robekan Jalan Lahir Spontan pada Pertolongan Persalinan Normal
  226. Hubungan antara Infertilitas dengan Tingkat Depresi pada Wanita Infertilitas di Unit Rawat Jalan Infertil RSU
  227. Hubungan antara Kebiasaan Merokok pada Remaja Usia 15-19 tahun dengan Gangguan Pola Tidur (Insomnia)
  228. Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar pada Siswa
  229. Hubungan antara Motivasi Menjadi Bidan dengan Prestasi Belajar Asuhan Kebidanan Ibu Hamil pada Mahasiswa Kebidanan
  230. Hubungan antara Paritas dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Primer di Kamar Bersalin RSUD
  231. Hubungan antara Pemberian Makanan Tambahan Dini dengan Pertumbuhan Berat Badan Bayi
  232. Hubungan antara Pemberian Makanan Tambahan Dini dengan Pertumbuhan Berat Badan Bayi
  233. Hubungan antara Pengetahuan Akseptor KB Pil dengan Kepatuhan Akseptor dalam Mengkomsumsi Pil KB
  234. Hubungan antara Pengetahuan tentang Risiko Kehamilan Remaja di Luar Nikah dengan Sikap terhadap Hubungan Seksual Pranikah
  235. Hubungan antara Sosial Ekonomi Keluarga dengan status Gizi Balita di Desa
  236. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil dengan Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan K4
  237. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap tentang Bahaya Rokok dengan Tindakan Pencegahan Merokok Siswa
  238. Hubungan konsumsi teh terhadap Kejadian Gastritis
  239. Indeks Kepuasaan Masyarakat terhadap Pelayanan Makanan Kelas III di Ruang Rawat Inap
  240. Kandungan Zat Aktif pada Tanaman Seledri (Apium Graveolens) untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi
  241. Karakteristik Pelaksanaan Senam Lansia pada Posyandu
  242. Karakteristik Akseptor KB Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Di Wilayah Kerja Puskesmas
  243. Karakteristik Akseptor KB Suntik di Desa Wilayah Kerja Puskesmas
  244. Karakteristik Akseptor KB Suntik di Puskesmas Kabupaten
  245. Karakteristik Balita dengan Demam Kejang di Rumah Sakit
  246. Karakteristik Ibu Bersalin dengan Partus Lama di RS
  247. Karakteristik Ibu Hamil Dengan Preeklampsia-eklampsia di RSUD
  248. Karakteristik Ibu Hamil dengan Pre-Eklamsi di Rumah Sakit Umum
  249. Karakteristik Ibu Hamil yang Melaksanakan Antenatal Care Di BPS
  250. Karakteristik Ibu Hamil yang Mengkonsumsi Tablet Fe di Kelurahan
  251. Karakteristik Ibu Yang Melahirkan Bayi Prematur Di Rumah Sakit
  252. Karakteristik Ibu Yang Memeriksakan Pap Smear Di Rumah Sakit
  253. Karakteristik Ibu yang Memeriksakan Pap Smear di Rumah Sakit
  254. Karakteristik Ibu yang Mengalami Retensio Plasenta di RSUD
  255. Karakteristik Ibu yang Menyapih Anak di Bawah Usia Satu Tahun
  256. Karakteristik Kasus Solusio Plasenta di RSUD
  257. Karakteristik Pasangan Usia Subur Yang Tidak Mengikuti Program Keluarga Berencana di Desa
  258. Karakteristik Penderita Kanker Leher Rahim di RSUD
  259. Karakteristik Penderita Perdarahan Antepartum yang dirawat Inap di RS
  260. Karakteristik Wanita dengan Kanker Payudara di Rumah Sakit
  261. Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di BPS
  262. Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Zat Besi Terhadap Tingkat Kejadian Anemia Di Puskesmas
  263. Kinerja Puskesmas dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
  264. Mempengaruhi Minat Ibu Terhadap Pemakaian Kontrasepsi Implant di Desa
  265. Pelaksanaan Manajemen Keperawatan terhadap Peningkatan Mutu Pelayanan Keperawatan di RS
  266. Pelaksanaan Pemantauan Pertumbuhan Balita di Posyandu Wilayah UPTD Puskesmas
  267. Pemanfaatan Ekstrak Benalu Teh Sebagai Alternatif Antikanker
  268. Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses Pertolongan Persalinan di Klinik
  269. Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi pada Proses Pertolongan Persalinan di Klinik
  270. Penatalaksanaan Pijat Bayi Oleh Dukun Pada Bayi Usia 1-7 Bulan Di Desa
  271. Pengaruh Kompres Panas terhadap Penurunan Intensitas Dismenore Primer pada Mahasiswi Prodi Kebidanan
  272. Pengaruh Konsumsi Sumber Vitamin A (SUVITA) terhadap Tingkat Kecukupan Vitamin A pada Anak Balita
  273. Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif terhadap Status Gizi pada Bayi Usia 6 Bulan
  274. Pengaruh Pemberian Penyuluhan Imunisasi BCG dengan Minat Ibu dalam Mengimunisasikan BCG pada Bayinya
  275. Pengaruh Pemberian Seledri terhadap Penurunan Tekanan Darah
  276. Pengaruh Pemberian Standar Diet DM dalam Konsultasi Gizi terhadap Pengendalian Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
  277. Pengaruh Pengetahuan Ibu tentang Berbagai Metode Kontrasepsi terhadap Pemilihan Metode Kontrasepsi yang Digunakan di Lingkungan
  278. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Kemampuan Keluarga Menstimulasi anak Usia 0-12 Bulan
  279. Pengaruh Penyuluhan Memandikan Bayi terhadap Cara Ibu dalam Memandikan Bayinya di Desa
  280. Pengaruh Penyuluhan Memandikan Bayi terhadap Cara Ibu dalam Memandikan Bayinya di Desa
  281. Pengaruh Promosi Kesehatan tentang Sumber Vitamin A terhadap Pengetahuan dan Sikap dalam Mengkonsumsi Sumber Vitamin A
  282. Pengaruh Strategi Promosi Kesehatan terhadap Tingkat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga
  283. Pengetahuan Akseptor Kb Suntik 1 Bulan Tentang Efek Samping KB Suntik 1 Bulan di BPS
  284. Pengetahuan Dan Aplikasi Mahasiswi Tingkat II Akbid tentang Partograf
  285. Pengetahuan Dan Sikap Ibu Primigravida Tentang Persiapan Persalinan di BPS
  286. Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kontak Pertama Kali dengan Tenaga Kesehatan (K1) di BPS
  287. Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I tentang Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas
  288. Pengetahuan Ibu Hamil tentang Antenatal Care di Puskesmas
  289. Pengetahuan Ibu Hamil tentang Antenatal Care di Puskesmas Ditinjau dari Segi Umur, Pendidikan
  290. Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Alat Kontrasepsi KB Suntik Di Kelurahan
  291. Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Cara Menyusui di Desa
  292. Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi 6 – 24 Bulan di BPS
  293. Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas
  294. Pengetahuan Ibu Menyusui tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi 6 - 24 Bulan di BP
  295. Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Post Partum Blues Sebelum dan Sesudah Penyuluhan
  296. Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Tanda-Tanda Bahaya Masa Nifas di BPS
  297. Pengetahuan Ibu Post SC Tentang Perawatan Luka Sectio Sesarea di Ruang Nifas RS
  298. Pengetahuan Ibu Primigravida Tentang Perubahan Fisiologis Pada Masa Kehamilan
  299. Pengetahuan Ibu Tentang Biang Keringat Pada Bayi 0-1 Tahun Di BPS
  300. Pengetahuan Ibu Tentang Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia 12 – 15 Bulan di Dusun Desa
  301. Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Umur 0-6 bulan
  302. Pengetahuan Keluarga tentang Depresi pada Lansia di Desa
  303. Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan Seksual Lansia di Kelurahan
  304. Pengetahuan Primipara Terhadap Perkembangan Bayi 0-1 Tahun
  305. Pengetahuan Remaja Awal (11-13 Tahun) Tentang Pengertian dan Perubahan Fisik Pubertas di SMP
  306. Pengetahuan Remaja Putri Masa Pubertas Kelas III Tentang Seks Sekunder di SMP
  307. Pengetahuan Remaja Putri Kelas III Tentang Seks Sekunder di SMP
  308. Pengetahuan Remaja Putri Masa Pubertas Tentang Dysmenore di SMP
  309. Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok Pada Siswa Kelas II SMA Negeri
  310. Pengetahuan dan Aplikasi Mahasiswi Tingkat II Akbid tentang Partograf
  311. Peran Ibu terhadap Remaja Putri Usia 10-12 Tahun dalam Menghadapi Menarche di Desa
  312. Peran Keluarga pada Remaja Putri dalam Memberikan Informasi tentang Menstruasi di Desa
  313. Peran Keluarga terhadap Pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Umum
  314. Peran Perawat dalam Melaksanakan Tindakan Imobilisasi Pada Pasien Caesarea di Rawat Inap RSU
  315. Perbandingan Wanita Usia Reproduksi dengan Usia Risiko Tinggi terhadap Terjadinya Perdarahan Post Partum di RSUD
  316. Perbedaan Antara Frekuensi Diare pada Bayi Berusia 7-12 Bulan yang Mendapat ASI Eksklusif dengan yang tidak Mendapat ASI Eksklusif
  317. Perbedaan Intensitas Nyeri Sebelum dan Sesudah Pemberian Metode ANB (Terapi Persalinan Relaks, Nyaman Dan Aman) pada Inpartu Kala I Fase Aktif Persalinan
  318. Perbedaan Kecemasan pada Wanita Menopause Sebelum dan Sesudah Hipnoterapi di Desa
  319. Perbedaan Minat untuk Melakukan Perawatan Payudara pada Ibu Nifas Primipara dan Multipara
  320. Perbedaan Pengetahuan Ibu tentang Penanganan Diare pada Balita di Rumah Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pendidikan Kesehatan
  321. Perbedaan Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja pada Siswa SMP dan MTs
  322. Perilaku Ibu yang Memiliki Anak Usia SD dalam Mencegah Penyakit Kecacingan pada Anak
  323. Pola Makan Dan Penyapihan Serta Hubungannya Dengan Status Gizi Batita Di Desa
  324. Prilaku Pasien Penderita Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di RSU
  325. Prilaku Sikap dan Tindakan Keluarga Tentang Pencegahan DBD di Wilayah Kerja Puskesmas
  326. Profil Kecacingan, Kadar Hemoglobin dan Gambaran Pemeriksaan Apusan Darah Tepi Perajin Gerabah
  327. Sikap Ibu dalam Menghadapi Rendahnya Pengetahuan Seks Remaja 16-20 Tahun di Desa
  328. Studi Cross Sectional Penyakit ISPA pada Balita BGM - New !!
  329. Studi Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III tentang Kolostrum Bagi Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas
  330. Tindakan Keluarga dalam Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia - New !!
  331. Tingkat Kejadian dan Faktor yang Mempengaruhi terjadinya Stomatitis pada Penderita Tunanetra - New !!
  332. Tingkat Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Kehamilan Fisiologis di RB
  333. Tingkat Pengetahuan Akseptor tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) - New !!
  334. Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Risiko Tinggi tentang Pemeriksaan USG Kehamilan dI RSIA
  335. Tingkat Pengetahuan Ibu Mengenai Keputihan - New !!
  336. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Pendamping Asi Pada Bayi Usia (6-24 Bulan) di Puskesmas
  337. Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Alat Kontrasepsi Suntik - New !!
  338. Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penanganan Asma pada Anak - New !!
  339. Tingkat Pengetahuan Kader Posyandu tentang Imunisasi Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas
  340. Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Gizi yang Dibutuhkan Tubuh - New !!
  341. Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) - New !!
  342. Tingkat Pengetahuan Remaja Puteri tentang Dismenorea dalam Kesehatan Reproduksi di Sekolah
  343. Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Periksa Payudara Sendiri (SADARI) di SMU
  344. Tinjauan Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit Umur 2 Bulan Sampai 5 Tahun
  345. Tinjauan Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit Umur 2 Bulan Sampai 5 Tahun Di Puskesmas
  346. Tinjauan Peminjaman Berkas Rekam Medis Guna Menunjang Pelayanan Kesehatan - New !!
Baca Selengkapnya - KTI KEBIDANAN

Alasan ibu melakukan penyapihan anak kurang dari 2 tahun di posyandu

»Alasan ibu melakukan penyapihan anak kurang dari 2 tahun di posyandu
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Masalah kesehatan dan pertumbuhan anak di Indonesia sangat dipengaruhi oleh keadan gizi yang tidak baik dan merajalelanya penyakit infeksi. Ditemukan di Indonesia bahwa angka kejadian dan kematian karena diare pada tahun 1995 sebanyak 55 ribu balita pertahun. Hal tersebut sering terjadi akibat tidak diberikannya ASI, terbukti anak yang diberi ASI jarang terserang diare (Media Komunikasi Bidan dan Keluarga Indonesia, 2004).
Makanan berperan penting terhadap pertumbuhan, kesehatan dan daya tahan tubuh balita, khususnya sebagai materi yang mengandung zat-zat khusus untuk menangkal berbagai jenis penyakit. Umumnya anak yang tidak memperoleh makanan yang bergizi dalam jumlah yang memadai sangat rentan terhadap penyakit, terutama diare dan Kekurangan Energi Protein (KEP). Diare dan kekurangan energi protein merupakan masalah kesehatan dan gizi yang umumnya dijumpai pada sebagian besar balita di Indonesia (Krisnatuti & Yenrina, 2000).
Kekurangan energi protein dan infeksi mempunyai pengaruh timbal balik, merupakan masalah utama di Indonesia yang bila tidak ditanggulangi dengan baik akan mengganggu pembangunan sosial ekonomi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Kedua masalah ini pada anak di bawah umur 2 tahun sangat erat hubungannya dengan menyusukan (Suharyono dkk, 1992).
Beradasarkan Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 450/Menkes/SK/IV/2004 bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi yang paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 bulan dan dapat dilanjutkan samapai anak berumur 2 tahun.
ASI sebagai makanan alamiah adalah makanan terbaik yang dapat diberikan oleh seorang ibu kepada anak yang baru dilahirkannya. Selain komposisi yang sesuai untuk pertumbuhan bayi yang bisa berubah sesuai dengan kebutuhan pada setiap saat, ASI juga mengandung zat pelindung yang dapat menghindari bayi dari berbagai penyakit infeksi (Suharyono dkk, 1992).
Berbagai kepustakaan menginformasikan bahwa pada waktu dilahirkan, jumlah sel otak bayi telah mencapai 66% dan beratnya 25% dari ukuran otak orang dewasa, priode pertumbuhan otak yang paling kritis dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun, jadi apabila pada masa tersebut seorang anak menderita gizi dapat berpengaruh negatif terhadap jumlah dan ukuran sel otaknya, dalam hal ini pemberian ASI hingga 2 tahun sangat dianjurkan (Krisnatuti & Yenrina, 2000).
Melihat unggulnya ASI maka sangat disayangkan bahwa pada kenyataannya penggunaan ASI belum seperti yang kita harapkan. Pemberian ASI yang dianjurkan adalah sejak bayi lahir sampai umur 1-6 bulan bayi hanya diberi ASI, kemudian pemberian ASI diteruskan sampai umur 2 tahun bersama makanan tambahan yang kuat. Untuk mencapai hal ini, World Health Organization (WHO) membuat deklarasi yang dikenal dengan deklarasi Innocenti (Innocenti Declaration), deklarasi yang dilahirkan di Innocenti, Italia tahun 1990 ini bertujuan untuk melindungi, mempromosikan dan memberi dukungan pada pemberian ASI deklarasi yang juga ditanda tangani di Indonesia, salah satunya memuat hal-hal berikut, yaitu : “Sebagai tujuan global untuk membantu kesehatan dan mutu makanan bayi secara optimal maka semua ibu dapat memberikan ASI eksklusif pada semua bayi sejak lahir sampai usia 1-6 bulan, setelah berumur 1-6 bulan, bayi diberi makanan pendamping atau padat yang benar dan tepat, sedangkan ASI tetap diberikan sampai 2 tahun atau lebih (Roesli, 2000).
Pemberian ASI merupakan upaya manusia agar dapat perlindungan namun akhir-akhir ini terutama di kota, banyak para ibu yang melupakan senjata terampuh untuk melindungi anak dari ancaman maut, keadaan ini mungkin disebabkan karena banyak para ibu yang terpaksa bekerja selama sehari penuh untuk menutupi keperluan hidupnya sehari-hari, kemajuan teknologi pembuatan susu buatan dan pengaruh iklan-iklan susu buatan (Suharyono dkk, 1992).
Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Lampung pada tahun 2002 jumlah bayi 0–4 bulan yang diberi ASI eksklusif yaitu 68.527 orang atau 42,83% dari 159 – 987 orang. Sedangkan tahun 2003 jumlah bayi 0–6 bulan yang diberi ASI eksklusif sebesar 29,54% target tahun 2003 adalah 19,7%, pada tahun 2004 sebesar 34,53% dari 165.656 bayi, (Dinkes Provinsi Lampung, 2004). Sedangkan untuk wilayah Tanjung Karang Pusat jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif sebanyak 69,4% dari 2404 bayi (Dinkes Kota Bandar Lampung, 2004 ).
Kelurahan Kaliawi merupakan bagian dari 11 kelurahan yang berada di Kecamatan Tanjung Karang Pusat, di Kelurahan Kaliawi terdapat 8 Posyandu yang tersebar di 5 lingkungan, jumlah bidan yang ada 2 orang dan jumlah kader 24 orang, berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan dilokasi diperoleh data bahwa terdapat 27 ibu yang tidak memberikan ASI nya sampai 2 tahun.

Baca Selengkapnya - Alasan ibu melakukan penyapihan anak kurang dari 2 tahun di posyandu

Tinjauan pelaksanaan kegiatan pondok sayang ibu (PSI) di desa

»Tinjauan pelaksanaan kegiatan pondok sayang ibu (PSI) di desa
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan ukuran penting dalam menilai keberhasilan pelayanan kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) suatu negara. Mortalitas dan morbilitas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang, menurut laporan UNICEF di negara miskin sekitar 25% - 50% kematian wanita usia subur disebabkan karena komplikasi kehamilan, kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama kematian ibu karena tidak semua kehamilan berakhir dengan persalinan yang berlangsung normal, hal ini berdasarkan kenyataan bahwa lebih dari 90 % kematian ibu disebabkan komplikasi obstetri. Diperkirakan 15% kehamilan akan mengalami keadaan resiko tinggi dan komplikasi obstetri yang dapat membahayakan kehidupan ibu maupun janinnya bila tidak ditangani dengan memadai. AKI di Indonesia masih tinggi yaitu 334 per 100.000 kelahiran hidup (KH) dan AKB sebesar 21,8 per 1.000 KH (Saifuddin, 2002). Sedangkan AKI di Lampung juga masih tinggi selama tahun 2001 yaitu jumlah kematian maternal 111 dari 134.596 KH (83/100.000 KH), dan jumlah kematian bayi yaitu 4/1000 KH, (Dinas Kesehatan Propinsi Lampung, 2001).

Indonesia menempatkan penurunan AKI sebagai program prioritas mengingat kira-kira 90% kematian ibu terjadi di saat sekitar persalinan dan kira-kira 95% penyebab kematian ibu adalah komplikasi obstetri, maka kebijaksanaan Departemen Kesehatan untuk mempercepat penurunan AKI adalah mengupayakan agar : 1) setiap persalinan ditolong atau minimal didampingi oleh bidan dan pelayanan obstetri sedekat mungkin pada ibu hamil. Memperhatikan AKI dan AKB dapat dikemukakan bahwa : 1) sebagian besar kematian ibu dan perinatal terjadi saat pertolongan pertama, 2) pengawasan antenatal masih belum memadai sehingga menyulitkan kehamilan dengan resti tidak atau terlambat diketahui, 3) masih banyak di jumpai ibu dengan jarak kehamilan pendek, terlalu banyak anak, terlalu muda, dan terlalu tua untuk hamil, 4) jumlah anemia pada ibu hamil cukup tinggi, dan 5) pendidikan masyarakat yang rendah cenderung memilih pemeliharaan kesehatan secara tradisional (Manuaba, 1998).
Untuk menjawab permasalahan tersebut perlu diupayakan program yang memiliki daya ungkit besar dan dilaksanakan dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada di masyarakat itu sendiri. Untuk itu digalakkan Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang dirintis oleh Kantor Menteri Pemberdayaan Wanita pada tahun 1996. Ruang lingkup GSI meliputi advokasi dan mobilisasi sosial. Dalam pelaksanaannya GSI mempromosikan kegiatan yang berkaitan dengan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Kecamatan Sayang Ibu, untuk mencegah 3 keterlambatan yaitu: 1) keterlambatan di tingkat keluarga dalam mengenali tanda bahaya dan membuat keputusan untuk segera mencari pertolongan, 2) keterlambatan dalam mencapai fasilitas pelayanan kesehatan, dan 3) keterlambatan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapat pertolongan yang dibutuhkan. Kegiatan yang terkait dengan Kecamatan Sayang Ibu berusaha mencegah keterlambatan pertama dan kedua, sedang kegiatan yang terkait dengan Rumah Sakit Sayang Ibu adalah mencegah keterlambatan ketiga. Menanggapi masalah tersebut tim penggerak PKK Propinsi Lampung mengambil langkah dengan membentuk Pondok Sayang Ibu yang merupakan tempat penampungan sementara bagi ibu hamil yang beresiko tinggi atau ibu hamil lainnya yang membutuhkan pertolongan dalam menghadapi persalinannya (TP.PKK Propinsi Lampung, 1997)
Di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus merupakan daerah terpencil dengan tingkat ekonomi menengah kebawah. Di wilayah kerja Puskesmas Putih Doh terdapat 3 desa yang memiliki PSI dan salah satunya adalah Desa Badak. Dibanding dengan 2 desa lainnya yaitu : Desa Way Rilau dan Desa Tanjung Jati, Desa Badak merupakan desa yang sasaran ibu hamilnya lebih besar dengan perbandingan Desa Badak 43 orang, Desa Way Rilau 27 orang dan Desa Tanjung Jati 8 orang. Sedangkan perbandingan cakupan K1 (Kunjungan pertama ibu hamil) dari bulan Januari sampai bulan Agustus 2003 yaitu : Desa Badak 22 orang, Desa Way Rilau 15 orang dan Desa Tanjung Jati 5 orang. Adapun cakupan pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di Desa Badak lainnya yaitu : K IV ada 15 orang, deteksi ibu hamil dengan resiko tinggi ada 3 orang, neonatus 20 orang dan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan ada 20 orang. (Data Puskesmas Putih Doh tahun, 2003)
Menurut data pra survey yang dilakukan peneliti pada tanggal 3 November 2003, bahwa di Desa Badak selama tahun 2003 ini ada kematian ibu berjumlah 1 orang yang disebabkan karena perdarahan pada saat persalinan. Dan dari 8 standar kegiatan Pondok Sayang Ibu (PSI) yaitu: 1) membuat daftar seluruh ibu hamil yang ada di desa wilayah PSI, 2) menentukan status ibu hamil apakah kehamilannya beresiko tinggi, 3) membuat hari perkiraan ibu hamil, 4) menampung ibu hamil sementara sebelum dirujuk ke Rumah Sakit (RS), 5) melaksanakan piket kader PSI, 6) membuat daftar piket ambulan desa, 7) membuat daftar pendonor darah, dan 8) pembinaan / pertemuan ibu hamil. Yang dilakukan PSI di Desa Badak hanya 3 kegiatan atau 37,5 % yaitu : 1) menentukan status ibu hamil apakah kehamilannya beresiko tinggi, 2) membuat hari perkiraan ibu hamil, dan 3) membuat daftar piket ambulan desa.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik memilih judul penelitian yaitu Tinjauan Pengelolaan Pondok Sayang Ibu (PSI) di Desa Badak Wilayah kerja Puskesmas Putih Doh Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian masalah pada latar belakang, maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut “Bagaimana Pelaksanaan kegiatan Pondok Sayang Ibu (PSI) di Desa Badak Wilayah Kerja Puskesmas Putih Doh Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus ?”

C. Ruang Lingkup Penelitian
Di dalam penulisan ini yang menjadi ruang lingkup dari penelitian tinjauan pengelolaan Pondok Sayang Ibu (PSI) adalah sebagai berikut :
1. Subjek penelitian : Pondok Sayang Ibu
2. Objek penelitian : Pelaksanaan kegiatan Pondok Sayang Ibu
3. Variabel penelitian : Pondok Sayang Ibu
4. Populasi : PSI di Desa Badak Wilayah kerja Puskesmas Putih Doh Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus
5. Lokasi Penelitian : Pondok Sayang Ibu (PSI) di Desa Badak Wilayah kerja Puskesmas Putih Doh Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus
6. Waktu penelitian : Dilakukan pada bulan Desember 2003 – Maret 2004

D. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Pondok Sayang Ibu (PSI) di Desa Badak Wilayah kerja Puskesmas Putih Doh Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus.

2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui :
a. Kegiatan yang dilakukan PSI di Desa Badak
b. Tenaga pelaksana PSI di Desa Badak
c. Peralatan yang ada di PSI di Desa Badak
d. Pendanaan PSI di Desa Badak
e. Pencatatan dan pelaporan yang dilakukan di PSI di Desa Badak




E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat bagi pengelola PSI
Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan di PSI bagi masyarakat di Desa Badak
2. Manfaat bagi Puskesmas
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan sebagai upaya dalam pembinaan dan pengelolaan PSI.
3. Manfaat bagi Penulis
Menambah pengetahuan penulis tentang penelitian PSI

Baca Selengkapnya - Tinjauan pelaksanaan kegiatan pondok sayang ibu (PSI) di desa